Namanya Yusuf Mahardika Putra Lingga. Ia biasa
dipanggil Dika, namun ia lebih terkenal dengan nama Madun berkat sinetronnya
saat itu yaitu Tendangan Si Madun di MNCTV. Ia berperan sebagai pemeran utama
yang bernama Madun.
Sejak kecil Dika sudah suka main bola. Kapan pun di
mana pun, aku akan selalu terlihat membawa bola. Mungkin karena bapaknya suka
bermain bola, jadi hobinya menurun kepada anak-anaknya. Apalagi 5 orang anak
bapak dan ibunya Dika, laki-laki semua. Semakin pas kalau semuanya senang
dengan olahraga sepakbola.
Dika sempat berpindah-pindah SSB
sampai akhirnya saat umurnya 8 tahun, Bapaknya menyekolahkannya ke AS-IOP (Akademi Sepakbola Intinusa Olah Prima) APACINTI yang berlokasi di Lapangan ABC Senayan. SSB ini adalah SSB
yang cukup terkenal di Indonesia, karena banyak pemain hebat yang lahir dari
sana.
Dika senang bukan kepalang. Masuk SSB berarti akan
menambah keterampilan Dika dalam bermain bola. Dika bisa belajar bermain bola
yang benar, belajar teknik dan praktik di lapangan langsung.
Sejak Desember 2005, Dika berlatih di bawah bimbingan
para pelatih AS-IOP. Mereka
menggembleng fisik dan kemampuan Dika dengan penuh disiplin dan kesabaran.
Mereka memang harus sabar, soalnya yang dilatih anak kecil semua yang kadang
masih suka bandel. Alhamdulilah, hasil gemblengan dan latihan yang Dika terima
pun enggak sia-sia. Dika mulai diturunkan mewakili klub dalam berbagai
kejuaraan. Berbagai kemenangan dan presstasi mulai diraih.
- Juara 1 Piala All-Star Galapuri U-10 antar SSB Se-Jabodetabek, pada 2008
- Juara 3 Fauzi Bowo Cup, Gubernur DKI Jakarta, pada 2008
- Juara 1 Festival Sepakbola JNE Cup se-Jabodetabek, pada 2009
- Juara 1 Festival Sepakbola Zein Cup antar SSB se-Jabodetabek
- Juara 1 Festival Sepakbola Ahmad Dani Cup U-10 dan U-12, pada 2009
- Juara 1 Piala All-Star Galapuri U-10 antar SSB Se-Jabodetabek
- Juara 2 Wilayah DKI Jakarta dalam Festival Sepakbola Anak Sedunia usia 12 Tahun Danone Nations Cup, pada 2010
- Juara 1 Festival Pengcab PSSI Jakarta Pusat, pada 2010
- Juara 3 Wilayah DKI Jakarta dalam Festival Sepakbola Anak Sedunia Usia 12 Tahun Danone Nations Cup, pada 2011, dan
- Juara 1 Street Soccer dalam rangka Festival Olahraga Nasional, pada 2011.
Pada 26 Juni sampai 2 Juli 2009 itu, Dika ikut
memperkuat AS-IOP melakukan pertandingan persahabatan dengan SSB yang ada di
Kuala Lumpur. Dan juga pertandingan lawatan ke Singapura pada 2 Juli sampai 6
Juli.
Pada Juni 2009, PT.
Kraft Indonesia mengadakan Audisi
Biskuat Akademi Juara untuk anak-anak se-Indonesia. Dalam ajang ini akan
dipilih 50 orang anak berbakat dalam bidang olahraga untuk dididik dalam sebuah
camp pelatihan selama seminggu. Pelatihnya enggak main-main, mereka adalah
atlet-atlet nasional!
Dari 50 peserta yang terpilih
nanti, 20 orang di antaranya dipilih dari anak berbakat di cabang sepakbola.
Aku langsung saja mendaftarkan diri. Anak se-Indonesia yang mengikuti audisi
ini sekitar 6000 orang.
Alhamdulilah… setelah melalui audisi yang cukup berat dan
panjang, akhirnya Dika lolos dalam 5 besar peserta dari DKI Jakarta. Itu
artinya, Dika berhasil lolos dalam 50 anak yang ikut Akademi Juara selama 1
minggu dan termasuk 20 anak di cabang sepakbola yang akan diberi pelatihan
langsung oleh Bambang Pamungkas.
Beberapa iklan yang pernah
Dika bintangi di antaranya, Iklan Biskuat
Tiger Cup, Bank Danamon, Pertamina,
MILO, Liga Primer Indonesia, iklan
minuman Alangsari, dan iklan produk
susu Yes.
Sinetron pertama yang Dika
bintangi berjudul Satria Piningit
dari sebuah sinetron kolosal yang ditayangkan MNCTV. Sinetron kedua yang Dika
bintangi berjudul Dua Dewi yang
ditayangkan oleh Indosiar pada periode Agustus 2011-September 2011. Dika hanya bermain 2 episode saja.
Pemeran utamanya Kak Ben Joshua. Nah, peran Dika sebagai Kak Ben Joshua pada
waktu kecil.
Pada September 2011, MD
entertainment membuka casting untuk sebuah sinetron baru, judulnya Gila Bola. Dika terpilih sebagai pemeran
utama sinetron Gila Bola. Hampir 1 bulan syuting untuk
episode promo, tiba-tiba judul sinetron ini diganti. Kalau semula judulnya Gila Bola, sekarang berubah menjadi Tendangan Si Madun. Ya, sinetron inilah
Dika berperan sebagai Madun itu sendiri. Dika tidak tau kenapa judulnya
dirubah, yang pasti produser, sutradara dan kru lainnya punya alas an
tersendiri. Mungkin karena Tendangan Si
Madun lebih enak didengar ya? :v Akhirnya sinetron ini mulai tayang di
MNCTV pada tanggal 9 Januari 2012.
Suatu hari 1 buah agensi
mengirim sms kepada bapaknya Dika. Isinya memberitahukan kalau sedang ada
casting pemeran anak-anak untuk film layar lebar. Judulnya Garuda di Dadaku 2. Dika diantar Bapaknya menuju lokasi casting di
daerah Gandaria, Jakarta Selatan. Dika lolos!
Garuda di
Dadaku 2 adalah film lanjutan dari film sebelumnya Garuda di Dadaku. Karena
itu, pemeran utamanya pun masih sama, Emir Mahira (Bayu), Aldo Tansani (Heri),
Maudy Kusnaedi (Ibunya Bayu), Ramzi (Bang Dulloh), Monica Sayangbati (Anya)
dll. Di film ini, Dika enggak jadi salah satu tokoh utama. Peran Dika hanya
sebagai salah satu Timnas Junior Usia 15 bernama Fredi, yang nanti akan bermain
bola bersama Bayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar