bunga mekar

Sabtu, 22 November 2014

Karyaku



LIBURAN YANG MENYENANGKAN

            Pada saat itu sedang liburan semester, aku dan Ayah menjemput Mama terlebih dahulu di Jogjakarta. Karna saat itu Mama sedang di Jogjakarta. Kami menunggu di dekat Stasiun Lempuyangan. Beberapa kemudian, Mama datang dan kami segera berangkat menuju objek wisata tujuan kami yang pertama yaitu di Pantai Parangtritis.
            “Udah lama nggak ke Paris ya Yah?” kata Mamaku.
            “Iya Ma, tapi beli minum dulu ya di jalan, tadi lupa bawain Sasa minum.” Jawab Ayahku.
            “Ha?? Paris?? Mama mau ke luar negri ke Paris gitu?? Wow, aku harus ikut.” Gumamku dalam hati.
            Setelah tiba di sebuah warung yang menjual aneka jus buah, kami berhenti sejenak. Mama bertanya padaku hendak memesan apa, dan aku menjawab menginginkan sebuah pop ice rasa cokelat. Tak lupa Mama juga membeli botol mineral untukku. Ayah juga mengisi bensin terlebih dahulu. Setelah itu, kami kembali melanjutkan perjalanan.
            “Sebenarnya mau kemana sih ini?? Kok daritadi aku hanya melihat hamparan pasir putih.” Gumamku dalam hati.
            Setelah 15 menit berlalu, aku melihat hamparan laut yang terbentang luas. Dan aku sadari bahwa Paris itu adalah Pantai Parangtritis. Hahaha, aku kira Mama mau pergi ke Paris. :v. Sesampai di  Pantai Parangtritis, kami mendapati angin sangat kencang, sampah, daun dan pasir beterbangan, kami tidak dapat membuka mata lebar-lebar. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Glagah saja.
            Perjalanan kami mulai kembali, waktu itu sudah pukul 10.00. Entah mengapa, perutku sudah terasa lapar, aku pun berkata kepada Mama.
“Mama, Sasa laper”
“Ya bentar ya, cari warung makan dulu” ujar Mama padaku.
            Kami berhenti di sebuah warung makan terlebih dahulu. Kami memesan nasi dengan lele sebagai lauknya. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Glagah. Namun tiba-tiba suasana berubah menjadi mendung dn mulai turun hujan, kami berteduh terlebih dahulu. Setelah hujan reda, kami segera melanjutkan perjalanan.
            Sesampai di Pantai Glagah, Ayah memarkirkan motor terlebih dahulu. Setelah itu kami duduk di sebuah gubuk untuk beristirahat sejenak. Ada seorang pedagang asongan yang menawari kami, ia menjual lumpia, bakpao dll.
            “Sasa mau beli??” Tanya Mama padku.
Aku hanya menggelengkan kepala. Aku dan Ayah pun turun ke pantai untuk bermain air, sedangkan Mama memilih untuk duduk di gubuk itu. Awlanya, aku masih sedikit jera dengan ombak yang menyentuh kakiku, namun lama-lama aku berani juga. Karena ombak tidak menyentuh kakiku, aku pun menarik tangan Ayah. Namun, ombak yang datang saat itu cukup besar untukku, sehingga aku terbawa oleh ombak itu. Saat itu pikiranku sudah tidak karuan, sudah berpikir yang tidak-tidak. Aku juga mendengar suara Ayah memanggilku.
“Ya Allah, jangan ambil nyawaku dahulu, aku masih ingin hidup.” Doaku saat itu.
Yang membuatku terkejut, tiba-tiba aku sudah di pantai dan aku juga sudah berdiri tegak. Ku lihat bajuku dan baju Ayah basah kuyup. Aku dan Ayah langsung berjalan ke gubuk di mana Mama berada. Ayah menceritakan apa yang terjadi kepada Mama, Mama hanya bergidik ngeri. Setelah mendengar cerita Ayah aku tambah yakin bahwa saat itu aku memang terseret ombak. Namun, aku sama sekali tidak jera, bahkan aku sangat senang bila diajak ke pantai.
Aku segera bilas dan berganti pakaian. Setelah itu kami pulang ke Salaman. Di jalan kami membeli es buah terlebih dahulu. Setelah itu kami pergi ke Ramayana untuk membeli baju. Di sana kami memilih baju untuk kami beli. Setelah itu kami melewati escalator yang menurun, aku tidak berani menuruninya, dan aku pun digendong Mama saat itu. Maklum lah, saat itu aku masih kelas 2 SD. Setelah itu kami pulang ke Salaman.




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar