LIBURAN YANG MENYENANGKAN
Pada saat itu sedang liburan
semester, aku dan Ayah menjemput Mama terlebih dahulu di Jogjakarta. Karna saat
itu Mama sedang di Jogjakarta. Kami menunggu di dekat Stasiun Lempuyangan.
Beberapa kemudian, Mama datang dan kami segera berangkat menuju objek wisata
tujuan kami yang pertama yaitu di Pantai Parangtritis.
“Udah
lama nggak ke Paris ya Yah?” kata Mamaku.
“Iya Ma, tapi beli minum dulu ya di
jalan, tadi lupa bawain Sasa minum.” Jawab Ayahku.
“Ha?? Paris?? Mama mau ke luar negri
ke Paris gitu?? Wow, aku harus ikut.” Gumamku dalam hati.
Setelah tiba di sebuah warung yang
menjual aneka jus buah, kami berhenti sejenak. Mama bertanya padaku hendak
memesan apa, dan aku menjawab menginginkan sebuah pop ice rasa cokelat. Tak
lupa Mama juga membeli botol mineral untukku. Ayah juga mengisi bensin terlebih
dahulu. Setelah itu, kami kembali melanjutkan perjalanan.
“Sebenarnya mau kemana sih ini?? Kok
daritadi aku hanya melihat hamparan pasir putih.” Gumamku dalam hati.
Setelah 15 menit berlalu, aku
melihat hamparan laut yang terbentang luas. Dan aku sadari bahwa Paris itu
adalah Pantai Parangtritis. Hahaha, aku kira Mama mau pergi ke Paris. :v.
Sesampai di Pantai Parangtritis, kami
mendapati angin sangat kencang, sampah, daun dan pasir beterbangan, kami tidak
dapat membuka mata lebar-lebar. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pantai
Glagah saja.
Perjalanan kami mulai kembali, waktu
itu sudah pukul 10.00. Entah mengapa, perutku sudah terasa lapar, aku pun
berkata kepada Mama.
“Mama, Sasa laper”
“Ya bentar ya, cari warung
makan dulu” ujar Mama padaku.
Kami berhenti di sebuah warung makan
terlebih dahulu. Kami memesan nasi dengan lele sebagai lauknya. Setelah makan
kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Glagah. Namun tiba-tiba suasana
berubah menjadi mendung dn mulai turun hujan, kami berteduh terlebih dahulu.
Setelah hujan reda, kami segera melanjutkan perjalanan.
Sesampai di Pantai Glagah, Ayah
memarkirkan motor terlebih dahulu. Setelah itu kami duduk di sebuah gubuk untuk
beristirahat sejenak. Ada seorang pedagang asongan yang menawari kami, ia
menjual lumpia, bakpao dll.
“Sasa mau beli??” Tanya Mama padku.
Aku hanya menggelengkan
kepala. Aku dan Ayah pun turun ke pantai untuk bermain air, sedangkan Mama
memilih untuk duduk di gubuk itu. Awlanya, aku masih sedikit jera dengan ombak
yang menyentuh kakiku, namun lama-lama aku berani juga. Karena ombak tidak
menyentuh kakiku, aku pun menarik tangan Ayah. Namun, ombak yang datang saat
itu cukup besar untukku, sehingga aku terbawa oleh ombak itu. Saat itu
pikiranku sudah tidak karuan, sudah berpikir yang tidak-tidak. Aku juga
mendengar suara Ayah memanggilku.
“Ya Allah, jangan ambil
nyawaku dahulu, aku masih ingin hidup.” Doaku saat itu.
Yang membuatku terkejut,
tiba-tiba aku sudah di pantai dan aku juga sudah berdiri tegak. Ku lihat bajuku
dan baju Ayah basah kuyup. Aku dan Ayah langsung berjalan ke gubuk di mana Mama
berada. Ayah menceritakan apa yang terjadi kepada Mama, Mama hanya bergidik
ngeri. Setelah mendengar cerita Ayah aku tambah yakin bahwa saat itu aku memang
terseret ombak. Namun, aku sama sekali tidak jera, bahkan aku sangat senang
bila diajak ke pantai.
Aku segera bilas dan berganti
pakaian. Setelah itu kami pulang ke Salaman. Di jalan kami membeli es buah
terlebih dahulu. Setelah itu kami pergi ke Ramayana untuk membeli baju. Di sana
kami memilih baju untuk kami beli. Setelah itu kami melewati escalator yang
menurun, aku tidak berani menuruninya, dan aku pun digendong Mama saat itu.
Maklum lah, saat itu aku masih kelas 2 SD. Setelah itu kami pulang ke Salaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar